Rabu, 18 November 2009

vitamin

VITAMIN

A. Pengertian Vitamin
Tatanama vitamin mengalami metamorfosis akibat lebih banyak sifat-sifat kimiawinya makin diketahui. Pada mulanya nama vit-amine telah digunakan untuk faktor gizi esensial dan faktor pertumbuhan, akan tetapi kemudian diketahui bahwa semua senyawa yang demikian itu bukanlah protein atau asam amino. Maka namanya disingkat menjadi vitamin.
Vitamin adalah suatu senyawa organik yang sangat diperlukan tubuh untuk proses metabolisme dan pertumbuhan yang normal. Vitamin2 tidak dapat dibuat oleh tubuh manusia dalam jumlah yang cukup, maka harus diperoleh dari bahan pangan yang dikonsumsi. Sebagai pengecualian adalah vitamin D yang dapat dibuat dalam kulit asalkan kulit cukup terkena sinar matahari. Dalam bahan pangan terdapat vitamin dalam jumlah yang sangat kecil dan dalam bentuk yang berbeda-beda diantaranya provitamin atau calon vitamin (precursor) yang dapat diubah dalam tubuh menjadi vitamin yang aktif. Setelah diserap oleh tubuh, provitamin mengalami perubahan kimia sehingga menjadi satu atau lebih bentuk yang aktif.
Vitamin dibagi menjadi dua golongan. Golongan pertama oleh Kodicek (1971) disebut prakoenzim (procoenzyme), dan bersifat larut dalam air, tidak disimpan oleh tubuh, tidak beracun, diekskresi dalam urine. Yang termasuk golongan ini adalah: Tamin, riboflavin, asam nikotinat, piridoksin, asam kolat, biotin, asam pantotenat, vitamin B12 (disebut golongan vitamin B) dan vitamin C. golongan kedua yang larut dalam lemak disebutnya alosterin, dan dapat disimpan dalam tubuh. Apabila vitamin ini terlalu banyak dmakan, akan tersimpan dalam tubuh, dan memberikan gejala penyakit tertentu (hipervitaminosis), yang juga membahayakan. Kekurangan Vitamin mengakibatkan terjadinya penyakit defisiensi, tetapi biasanya gejala penyakit akan hilang kembali apabila kecukupan vitamin tersebut terpenuhi.

B. Vitamin yang Larut dalam Air dan Vitamin yang Larut dalam Lemak
1. Vitamin yang larut dalam air (Water Soluble Vitamins)
Vitamin ini larut dalam air. Vitamin ini dikeluarkan dari urin dan cenderung dikeluarkan dari tubuh lebih cepat daripada vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin yang larut dalam air lebih mungkin dihancurkan pada waktu makanan disimpan atau makanan disiapkan. Produk segar yang didinginkan, susu yang disimpan, padi yang dijemur, dan air rebusan sayuran untuk menyiapkan sup dapat menjaga hilangnya vitamin.
Vitamin-vitamin yang larut dalam air terdiri dari vitamin B kompleks dan vitamin C. Vitamin-vitamin tersebut mengandung pula karbon, hidrogen dan oksigen dan dapat mengandung nitrogen, sulfur dan kobalt. Vitamin C diperlukan hanya bagi manusia, monyet dan marmot, sedangkan vitamin B kompleks diperlukan hanya bagi hewan berlambung satu.
Vitamin-vitamin lainnya yang larut dalam air diantaranya:
a. B1 (Aneurin =Thiamin)
Pada jaringan hewan tiamin terutama terdapat sebagai tiamin pirofosfat atau kimia difosfat (TPP), yang merupakan bentuk koenzimnya.





Tiamin (vitamin B1)




Tiami pirofosfat (TPP)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar